Iklan Chitika All kolom

Rabu, 27 November 2019

Hidup dengan Satu Mata: 3 Hal yang Saya Pelajari



    Banyak orang tidak menyadari betapa besarnya karunia yang mereka miliki. Semua terlalu sibuk memandang ke atas, mengharap yang lebih, hingga melupakan apa yang telah dimiliki. Saya malu mengatakan ini, tapi saya juga termasuk ke dalam golongan ini. Setidaknya hingga suatu kejadian mengubah cara pandang saya untuk selamanya.

Kamis, 21 September 2017

Stand Up Kok Medi? - Cara menjadi Lucu

Pernah ngga sih lu ngerasa, pengen jadi orang yang lucu?

Yang bisa ngehibur dan bahagiain orang-orang di sekitar lu dengan canda dan tawa?

Dan bikin hidup lu jadi lebih berwarna?

Minggu, 26 Maret 2017

Cara Allah Menyiapkan Rasulullah & Bagaimana Beliau Merubah Dunia


   Sejak dulu, Bangsa Arab dikenal dengan kafilah dan para pedagangnya. Yang rela mengarungi padang pasir dan lautan ke seluruh dunia.

Jumat, 11 November 2016

Cara Menjadi yang Terbaik

1) Tantang diri Anda
 Kita belajar lebih banyak saat berada di bawah tekanan, di tengah kesulitan, dan saat kita terbebani dengan yang namanya Stress. Ternyata

Jumat, 21 Oktober 2016

Menghina Karya Seseorang = Menghina Pembuatnya

    Hari ini saya berkunjung menemui salah satu teman saya, Reynal, yang kebetulan sudah lama tidak saya temui.

Kamis, 13 Oktober 2016

Rabu, 12 Oktober 2016

Selasa, 11 Oktober 2016

Minggu, 09 Oktober 2016

Keutamaan Duduk Sila

    Dulu, saya dan teman-teman saya pernah menginap di rumah seorang pelatih ketika hendak mengikuti lomba PMR (Palang Merah Remaja).

Bergaul - Kunci tuk Membentuk Pola Pikir

    Hari ini teman-teman sekelas meminta saya datang membantu persiapan bazaar. Saya benar-benar tidak ingin datang. Ini satu-satunya hari libur yang saya miliki dalam seminggu. Ada banyak hal yang ingin saya kerjakan, datang kesana hanya akan membuang waktu saya, dsb., dsb..
    Ribuan alasan pun datang menghampiri saya. Alasan agar saya tidak menghadiri acara tersebut. Tapi kemudian saya teringat akan perkataan guru saya.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Cara Mengubah Dunia

    Ini adalah kisah dari seorang pemuda yang ingin menaklukan dunia. Pemuda ini mengerahkan seluruh waktunya untuk menuntut ilmu. Ia mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk mencapai tujuannya tersebut. Menciptakan dunia yang lebih baik.
    Suatu hari ia pun tersadar bahwa dirinya tidak muda lagi. Wajah yang dulunya terlihat lembut dan kekanak-kanakan kini mulai dipenuhi dengan kumis dan jenggot, yang menandakan usianya yang telah dewasa.
    Ia pun panik dan berusaha lebih keras lagi, jauh lebih keras dari sebelumnya untuk meraih mimpinya itu. Tapi usahanya tak kunjung membuahkan hasil.
    Waktu terus bergulir. Musim silih berganti dan ia pun semakin menua. Tubuh yang dulu kekar dan tegap kini terlihat lemah dan rapuh. Rambut yang dulu hitam berkilau kini mulai memutih. Tapi dunia yang ia impi-impikan tak kunjung terwujud.
    Akhirnya dia pun tersadar. Atas kesalahannya selama ini. Ia mencoba untuk mengubah dunia. Padahal yang paling pertama harus ia ubah adalah dirinya sendiri, lalu keluarganya, tetangganya, lingkungannya, negaranya, barulah dunia. Ia melihat kembali kehidupannya. Masa muda yang ia habiskan untuk menuntut ilmu. Jutaan kesempatan yang menghampirinya namun ia tolak. Semua itu tidak berguna. Semuanya sia-sia.
    Ia pun menangis menyesali hidupnya yang sia-sia itu. Dan akhirnya ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

    Hidupnya telah berakhir.... Tapi kisahnya belum. Karena kisahnya telah tersebar luas dan dibaca oleh ribuan orang. Hingga akhirnya kisah ini sampai ke tangan saya.
    Berkatnya saya terselamatkan dari takdir yang ia alami. Saya menjadi paham atas apa yang harus saya lakukan untuk menggapai cita-cita saya. Cita-cita yang sama dengannya. Mengubah dunia.
    Dan sekarang kisah ini sampai ke tangan anda. Kisah ini akan terus hidup dan mengubah hati banyak orang. Karena itu hidupnya bukanlah kehidupan yang sia-sia. Ia memiliki arti. Dan arti itulah yang akan menjadi pondasi kita, generasi penerus, untuk terus maju dan berkarya.
    Mulailah dengan diri sendiri. Dan keluargamu. Lalu orang-orang disekitarmu. Kita tidak punya alasan untuk duduk diam disaat dunia ini penuh dengan kejahatan dan kekacauan.
    Masing-masing dari kita adalah pemimpin. Kita dapat melakukan perbaikan terhadap dunia ini. Apapun bidang anda. Apapun keahlian anda. Kerahkanlah semuanya untuk mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik. Yakinlah bahwa anda dapat melakukannya, maka saya yakin anda pasti akan berhasil.

Selasa, 08 Maret 2016

Dorong Diri Anda dengan -Kematian-

     Apa anda merasa tidak puas dengan hidup ini?

     Mungkin hal buruk menimpa anda. Mungkin anda melihat ketidakadilan terjadi dimana-mana. Mungkin anda merasa bosan, luar biasa bosan dengan hidup ini. Atau mungkin terjadi serangan godzila di kediaman anda ...

     Apapun penyebabnya, semua itu bisa diatasi cukup dengan menanamkan prinsip ini di dalam hidup anda.

Hiduplah seakan anda akan mati besok

     Hiduplah seakan ini hari terakhir anda di dunia. Maka anda akan lebih mudah melepaskan hal buruk yang menimpa anda. Kelelahan yang anda rasakan pun tidak akan menghentikan anda untuk maju. Anda akan melakukan semua hal yang diinginkan hati kecil anda, keinginan yang selama ini anda pendam dalam-dalam. Dan anda pun akan begitu bersyukur dengan hidup ini, dan berhenti melihat sisi negatif kehidupan.

    Bayangkan jika setiap malam anda tertidur dengan rasa puas karena telah melakukan semua hal yang ingin anda lakukan. Lalu ketika pagi datang, anda bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk hidup 1 hari lagi. Dan hari itu pun anda lalui dengan maksimal, dan lebih baik dari kemarin.
     Terus begitu hingga akhir hidup anda. Dan sekalipun ajal datang menjemput, anda akan dengan sangat mudah mengikhlaskannya. Sambil melihat kebelakang dan tersenyum mengingat hidup anda. Karena banyaknya kebaikan dan hal-hal yang telah anda lakukan di dunia. Anda pun tertidur untuk yang terakhir kalinya dengan hati yang puas, yang tak ternilai harganya.

     Mulailah mengaplikasikan prinsip ini di hidup anda. Luangkan 5 menit waktu anda untuk menanamkannya dalam hati. Semoga tulisan ini bisa berguna untuk kita semua.

Minggu, 03 Januari 2016

Resolusi Tahun Baru


     Tahun pun kembali berganti dan tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 2016. Bersama dengan tahun yang baru ini marilah kita buka lembaran baru dalam hidup kita. Jadikan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan untuk itu perlu dibuat resolusi atau hal-hal yang ingin dicapai di tahun ini.

      Resolusi sendiri membantu kita untuk tetap fokus pada tujuan. Sehingga memberikan arah kepada hidup kita. Untuk mempermudah, sebaiknya resolusi ini ditulis di kertas dan ditempel di dinding kamar. Karena otak kita memproses tulisan dengan cara yang unik dan akan memudahkan kita mengingat yang kita tulis.

     Beberapa resolusi yang bisa dibuat contohnya :
1. Bisa lancar bermain gitar dalam setahun
2. Bisa berbicara bahasa asing dalam 6 bulan
3. Bisa mengontrol pola makan sehat
4. Bisa lebih rajin berolahraga dsb.

     Itu cuma beberapa contoh dari resolusi yang bisa kita buat di tahun yang baru ini. Bagaimana dengan anda? Apa resolusi anda di tahun yang baru ini? Penulis harap apa yang kalian cita-citakan itu bisa terwujud. Semoga hidup kita akan menjadi lebih berwarna di tahun yang penuh keberkahan ini.

All the best,
Feby

Minggu, 27 Desember 2015

Mencari Jati Diri

     "Jati diri"... seberapa sering kita mendengar ucapan ini? Sebagian besar dari kita, remaja pastinya pernah mendengar ucapan ini. Kita diberitahu untuk mencari jati diri kita, untuk mencari tau siapa diri kita yang sebenarnya.

      Akan tetapi hal itu menjadikan kita hanya terfokus pada "diri kita yang sebenarnya" dan melupakan diri kita yang sekarang. Sehingga besar kemungkinan kita akan melewatkan berbagai kesempatan dan kebahagiaan yang ditawarkan hidup ini kepada kita. Kita akan berhenti menikmati hidup karena terlalu sibuk mencari jati diri.

    Diri kita yang dulu, sekarang, maupun yang akan datang, semuanya adalah "diri kita yang sebenarnya". Kita tidak dilahirkan dengan sifat-sifat yang seperti sekarang, kita hidup dan belajar dari kehidupan. Kita mengambil kebiasaan dan sifat orang lain, kita semua begitu. Kalau tidak percaya, anda bisa coba tanyakan hal ini pada diri anda "kebiasaan apa yang tidak saya ambil dari orang lain?" Dan lihat jawabannya.

     Jadi, apa yang disebut dengan jati diri ini sebenarnya tidak ada. Daripada menghabiskan waktu kita yang berharga untuk mencarinya, jauh lebih baik bagi kita untuk mensyukuri dan menikmati hidup yang kita miliki sekarang ini.

Selasa, 22 Desember 2015

One Best Thing Every Leader Should Have

     What's the first thing that comes to mind when you hear the word 'leader'? Is it someone who bravely stand up when no one else want to take a stand? Someone who bring changes to the world? Or is it someone who have control over the world?

     Well it could be all of the above, or more. Regardless, leaders are what makes our world the way it is now. They bring changes, chaos, opportunity, light, and darkness to the world. And if we look closely, almost everything around us is the product of these leaders and their amazing followers. Take a look at your computer, smartphone, car, paper, all of these are things that are unimaginable in the past.

     What every great leaders have in common are Vision. It's important to have compassion, kindness, faith, and courage. But it's not enough. You need a vision to bring changes to the world. You need to know what kind of changes do you want to make to the world to really make it happen. And only then will you have true followers who shares those very vision and who are willing to change the world with you. They have faith in the future you're trying to make. They want to make that vision, that dream a reality. And they're willing to do their best even if you didn't told them to. These group of people is what makes a great leader different from others.

     All this time you might feel like you want to change the world, but tell yourself that you're not a leader. Then let me say this, "Everyone is a leader". Every single one of us, including you. Even if you feel like you don't have any organization to lead, even a family to lead, you're still a leader of yourself. It's up to you to lead that individual. His life is for you to decide. So, "what's your vision?"


Have a great one,

Feby

Senin, 21 Desember 2015

How to Live Without Regret

     I want my life to be amazing. I don't want any regret. I want to have a successful and happy life. But I realize, it's not just me that want those things. Each of us want to live our life without regret. And I want to share what I know about it. 

     The way to live a fulfilling life devoid of regret is to live as if today is your last day. Live as if you're going to die tomorrow. And you'll focus more on the most important work, the thing that you have to do no matter what, the things that you told yourself "I'll do that tomorrow" but never did. Since tomorrow might never comes, today is the only time to do it. And sometimes, tomorrow indeed will not come. So stop putting works on your to-do list and just do it now. Do whatever it is you want to do most. Fix that broken relationship with your ex-, your family, your friend. Make sure you're satisfied with how you left things with life. Sleep with a satisfied smile. And if you do wake up the next day, be grateful that you've been given a chance to live a little more. And do your best today too, make it more awesome that yesterday. Keep doing it and your life will be an amazing one, devoid of any regret.

     Everything else is irrelevant in the face of death. Even the fear that always hold us back from our work crumbles away. Believing death will get you tomorrow really is the best cure of fear and other negative thoughts. Even if you're not a religious type who believe afterlife will come, you'll more likely to do work that matters and good deeds to the world when pitted against death. So the next time you feel like you want to live an amazing life, just live like today is your last.

Sincerely,

Feby

Sabtu, 19 Desember 2015

The Foundation to Make Habit Sticks

     So, yesterday I tried to make a new habit to wake up at 2 a.m. everyday. And I did wake up today around 3 o'clock, a little late I know. I feel so refreshed and all, I feel so fired up to start the brandnew day. But guess what, I didn't get as productive as I thought I would. I wake up 2 hour earlier than usual, I have all the time necessary to make a change. But I just sit there on my bed and do nothing. Now what's the problem? Where did I go wrong with this?

     I realized later in the evening that the problem is I didn't tell myself "Why" I want that habit. So of course without any reason to wake up at 2, I wouldn't know what to do, so might as well go back to sleep. This holds true for every habit I successfully made. I need a reason to do it. Whatever will do. Having a reason or a why will help me stay motivated and focused on my goal. The more specific the better. Rather than "to be more productive" be more specific and say "I'll wake up at 2 so that I could do more with blogging (or studying/excercising/whatever)". This will create a mental image and connection in my mind. And I'll be motivated to do it.

      This might sound obvious, but the next time you want to make a new habit be sure to tell yourself why you want it. what's the benefit, the good, the perks? And enjoy the proccess the next time you do that habit.

Rabu, 16 Desember 2015

Focus on the Work that Matters

     The world seems to be filled with more and more abundance everyday. Be it informations, entertainments, goods, services, everything is there. This abundance is something that's unthinkable in the past. And now, with internet, it's easier than ever to get access with these kind of thing. More and more content keeps coming everyday, what works today might become useless tomorrow. And people will ask for more, they will never get enough of it. And the cycle repeat.

     But even though there's a lot of things available, only a small portion that really have some value to us. The others are either fluffs or scams. The one that won't make you grow as a person or help you with whatever problem you have. And with the limited time we have, it will be better if we don't waste our time with these fluffs.

    I know there are many things on the net that caught our interest. And it's compelling to click on that pretty blue link. But let's face it, you don't need most of them and you know it. Why? Because I've been there. I wasted hours of my life on the net everyday. I still do, but I made a commitment to myself to stop focusing on the little things. The things that doesn't matter. And instead focus on the work that matters. Which is the one that i'm compelled to do, that will lead me to be a better person, and the thing that won't make me want to puke because of wasting my time.

     To make it a habit, I only turn on my computer (or whatever device I'm using that day) with a specific goal in mind. If i want to write an article, I keep that in mind and do just that with my computer. Other people suggests that it is better to use software to keep you from getting sidetracked. But for me, it is better and easier this way. You might disagree with me there, and I want you to disagree if you can. Don't take other people's words for your own life. Rather, just listen and then decide for yourself, what works for you might be different from them. Because you're special, and I want you to know that.

Minggu, 06 Desember 2015

Kenapa Anda Selalu Sendiri?

     Apa anda sering menghabiskan waktu seorang diri? Walaupun sebenarnya anda ingin sekali menghabiskan waktu dengan orang-orang disekitar anda, entah kenapa anda tidak pernah berhasil melakukannya. Anda selalu kembali ke kesendirian ini. Seakan dunia ini tidak mengizinkan anda untuk melakukan sebaliknya. Bahkan "kesepian" pun mungkin tidak dapat mendeskripsikan apa yang anda rasakan.

     Jika anda tau apa penyebab masalahnya, mungkin anda bisa mengubah takdir anda ini. Jadi apa yang salah? Apakah orang yang mendidik anda? Apakah teman-teman anda? Ataukah dunia ini yang menjadi masalah utamanya? Anda dan saya sama-sama tau, bahwa yang benar-benar salah bukanlah hal-hal itu. Sekalipun dunia ini terus mendorong anda ke jurang kehancuran, hal itu tidak akan berpengaruh pada anda. Kecuali kalau anda menurutinya dan melompat ke dasar jurang. Masalahnya bukanlah dunia ini, masalahnya ada pada anda.

     Mungkin pendekatan yang selama ini anda lakukanlah yang harus dibenahi. Pernahkah anda membuat rencana rekreasi dengan teman-teman anda? Anda begitu bersemangat untuk pergi sampai membuat perencanaan yang begitu detail dan sempurna. Tapi semua batal begitu saja.
Mungkin ajakan anda memberatkan mereka. Mungkin anda terkesan memaksa. Mungkin anda menyanggupi untuk melaksanakannya tetapi tidak pernah memenuhi janji itu. Mungkin anda merupakan tipe orang yang selalu menjauhi orang-orang disekitar anda dan tidak disukai.
Atau mungkin dulu anda selalu menolak ajakan mereka, sehingga sekarang tidak ada lagi yang ingin ikut acara anda maupun mengundang anda ke dalam acara mereka.

     Semua hal-hal kecil ini membentuk realita anda yang sekarang. Dan apa yang anda usahakan sekarang akan menentukan realita anda di masa yang akan datang. Anda tau apa yang harus anda lakukan untuk mengubah masa depan anda. Jangan sampai menjelang ajal nanti anda akan melihat ke masa lalu menyesal. Memang berat, tapi percayalah pada diri anda sendiri. Anda itu orang yang luar biasa dan saya tau itu.